Analisa Bentuk dan Strategi E-commerce yang Cocok untuk Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke empat di dunia setelah Amerika Serikat, dengan peringkat pertama diduduki oleh India, dan peringkat kedua diduduki oleh China. Jumlah penduduk Indonesia sebesar 238.452.952 jiwa pada 2010. Dari segi ekonomi, pada tahun 2004 pendapatan per kapita US$ 1.148 per tahun, sensus yang belum lama dilakukan pada 2010 mencatat pendapatan per kapita US$ 2.963 per tahun, dan sebanyak 30% penduduk Indonesia memiliki pendapatan per kapita US$ 5.356. Hal ini menjadi indikasi menguatnya daya beli masyarakat Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data dari Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), jumlah pemegang kartu kredit di Indonesia pada 2009 adalah sebesar 11,4 juta . Dari data yang dirilis Citibank NA komposisi penggunaan kartu kredit di Indonesia paling banyak digunakan untuk belanja sepatu dan baju. Jumlah pemakaian di segmen tersebut mencapai angka 57%. Selain baju dan sepatu, makan di restoran menempati aktivitas kedua terbanyak di Indonesia. Baru diperingkat ketiga pembelian peralatan elektronik rumah tangga. Negara-negara lain yang juga memiliki karakter serupa adalah Australia, India, Malaysia dan Korea Selatan. Sementara untuk negara-negara seperti China justru belanja untuk alat elektronik dengan komposisi mencapai 61%.

clip_image002

Pada Juli 2010, yang kami kutip dari http://bataviase.co.id, transaksi melalui ATM Bersama pada semester I โ€“ 2010 mencapai Rp 9,7 triliun, yang artinya tumbuh 38% dibanding semester 1-2009 sebesar Rp 7 triliun. Kenaikan transaksi tersebut terutama ditopang pertumbuhan penggunaan fasilitas layanan transfer dana antarbank dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai fungsi ATM Bersama. Saat ini. penggunaan layanan transfer dana mencapai 30% dari total transaksi ATM Bersama, jauh lebih tinggi dari tahun lalu sekitar 15-20%. Fasilitas yang paling sering digunakan dalam transaksi ATM Bersama adalah layanan tarik tunai, sekitar 60% dari total transaksi. Sisanya adalah layanan pembayaran tiket pesawat, uang sekolah, dan kartu kredit.

Dari sisi teknologi, menurut Kemenkominfo, pengguna internet di Indonesia pada 2010 mencapai 45juta. Jumlah itu didapat dari pengguna di komputer dan ponsel. Sedangkan jumlah pelanggan telekomunikasi seluruh operator di Tanah Air, kini sudah mencapai 170 juta. Nah, dari jumlah itu, 85 juta di antaranya diyakini sudah menggunakan ponsel yang mempunyai kemampuan minimal GPRS untuk mengakses internet. Artinya, untuk terjun ke dunia maya saat ini sudah sangat mudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Dari beberapa data yang telah dibahas sebelumnya, kita dapat menyusun beberapa strategi e-commerce.

1. Bentuk e-commerce di Indonesia paling pas diterapkan dalam bentuk website. Di Indonesia, situs Kaskus merupakan situs yang sangat ramai dikunjungi (peringkat ke-6 Alexa Oktober 2010, peringkat pertama ditempati Facebook, selanjutnya Google ID, Google, Yahoo!, dan peringkat kelima adalah Blogger.com). Dan di Kaskus FJB, banyak sekali terjadi transaksi jual beli di situs tersebut. Kita bisa saja membuat suatu toko online yang memiliki model seperti Kaskus FJB. Kenapa Kaskus FJB sangat ramai, hal ini dikarenakan model penjualannya yang berupa forum thread, sehingga penjual dan calon pembeli bisa berinteraksi dan berkomunikasi layaknya membeli di pasar tradisional (tawar menawar sudah menjadi tradisi sejak nenek moyang kita). Jadi kesimpulan yang pertama, dibuat web toko online yang memungkinkan fitur komunikasi / komentar antara penjual dan pembeli untuk membahas produk yang dijual.

2. Jika kita lihat penjelasan sebelumnya, pemilik ponsel yang ponselnya mendukung koneksi internet sangat banyak di Indonesia (85 juta). Sehingga akan lebih bagus apabila model toko online tersebut memiliki modus mobile dimana tampilan website ringan serta sesuai untuk tampilan layar ponsel yang kecil. Dengan demikian, calon pembeli bisa mengunjungi website toko online melalui ponselnya.

3. Sistem pembayaran yang paling pas untuk model toko online di Indonesia adalah dengan transfer antar bank. Hal ini karena masyarakat Indonesia banyak yang memiliki kartu ATM dibandingkan kartu kredit. Namun bukan berarti sistem pembayaran dengan kartu kredit tidak digunakan. Dengan disediakannya fasilitas pembayaran melalui kartu kredit akan memberi nilai tambah sendiri bagi toko online tersebut.

4. Sementara itu, metode iklan yang tepat adalah melalui Facebook dan SMS. Facebook merupakan peringkat pertama versi Alexa (oktober 2010) dan merupakan media yang tepat untuk iklan. Website toko online yang dibuat bisa diberikan skrip yang memposting otomatis ke facebook setiap kali kita menambah produk bari di toko. Pemilik ponsel pun juga banyak, apalagi ditengah operator sedang gencar memberlakukan sms murah meriah bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan iklan melalui sms.



One response to “Analisa Bentuk dan Strategi E-commerce yang Cocok untuk Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *