Saat ini untuk Windows 10 Insider Preview terbaru telah berada pada build 14367 baik untuk PC maupun Windows 10 Mobile. Fitur terbaru yang hadir pada Insider Preview adalah Windows Subsystem for Linux. Dengan fitur opsional ini, memungkinkan developer untuk menjalankan Bash shell pada windows. Dengan adanya Bash Shell ini, developer bisa melakukan task development dengan linkungan Linux tanpa perlu berganti OS, seperti mengedit script bash di windows dan menjalankannya di bash command prompt, ataupun yang tidak kalah penting adalah menjalankan aplikasi ubuntu melalui windows.
Sebelum menjalankan bash, pastikan OS windows adalah Windows 10 Insider Preview. Saat ini Juni 2016 , insider preview telah berada pada build 14367 (Windows 10 versi 1607). Pada kebanyakan kasus, akan lebih baik jika default language OS nya adalah English.

Jika sudah berada pada windows dengan update terbaru, klik control panel, lalu pilih Turn Windows Features On on OFF. Pada bagian pilihan windows feature, akan ada pilihan “Windows Subsystem for Linux (Beta)”. Centang opsi ini, lalu klik OK. Windows akan melakukan instalasi fitur, apabila Windows secara otomatis menginstal komponen tambahan yang tidak tersedia, ada kemungkinan PC harus tersambung ke internet.

Setelah terinstall, pada Cortana atau search, ketikkan “Bash”, dan akan muncul “Bash on Ubuntu on Windows”. Alternatif lain adalah melalui cmd dan mengetikkan command : bash

Ketika berjalan pertama kali, akan ada proses pembuatan environment linux di dalam windows. Pada proses awal ini, akan diminta untuk membuat username dan password yang digunakan di linkungan Linux.
Setelah pembuatan user selesai, maka coba ketikkan perintah ls -la pada root directory filesystem, dan hasilnya adalah tersedia direktori persis seperti di lingkungan Linux.
Perintah utama yang harus diingat bagi pemula di sini adalah apt-get. Perintah ini sangat penting biar anda kelihatan Super dewa imba ultimate master Linux, meskipun sebenarnya anda orang Windows. apt-get ini mirip dengan yum install. apt-get ini akan mendownload paket installer dari repositori online, dan secara otomatis menginstallnya di PC. Misalkan kita ingin file explorer , kita cukup menginstall dengan apt-get nemo, dan secara otomatis akan terinstall di windows kita termasuk semua file file dependency nya. Yang sangat dibutuhkan adalah koneksi internet yang kencang untuk mendownload paket installer yang dibutuhkan dari repository ubuntu.
Jika pertama kali menjalankanย bash ini, sebaiknya jalankan dahulu : sudo apt-get update untuk memperbaharui file library yang ada di sistem linux.
Jika apt sudah update, saat nya melakukan instalasi paket gambas ke dalam windows kita. Berikut ini adalah beberapa paket yang diperlukan untuk menjalankan Gambas 3
- sudo apt-get install x11-apps
- sudo apt-get install gcc
- sudo apt-get install xorg openbox
- sudo apt-get install gambas-ide
- sudo apt-get install nemo
Jalankan perintah di atas, apabila diperlukan password maka masukkan password yang telah dibuat di awal (ketika membuat user). Pada proses ini diperlukan koneksi internet untuk mengunduh paket yang diperlukan dari archive.ubuntu.com
Setelah semuanya terinstall, lokasi nyata dari linux subsistem ini sebenarnya berada pada c:\Users\[username_windows]\AppData\Local\lxss\rootfs\ . Apabila kita buka di windows explorer dan masuk ke sub folder bin, segala busybox ada pada folder tersebut.ย Dan melalui aplikasi bash.exe lah kita merasakan virtualisasi Linux.
Untuk menjalankan aplikasi GUI Linux melalui bash, pada windows harus terpasang X Server. Aplikasi yang bisa diterapkan adalah XMING X Server for windows yang bisa diunduh melalui https://sourceforge.net/projects/xming. Jika sudah diunduh, lakukan install XMING.
Jalankan Xming dari start menu windows. Pada tray icon akan ada icon X yang menjadi penanda bahwa XMing X Server telah berjalan. Apabila diperlukan, klik kanan icon XMing dan centang menu Hide Root Window.
Jalankan kembali bash, lalu ketikkan perintah
- export DISPLAY=localhost:0.0
- gambas3

Jika berhasil maka akan muncul jendela Gambas 3. Gambas (Gambas Almost Means BASic) adalah IDE untuk pemrograman bahasa BASIC layaknya Visual Basic 6, hanya saja tools ini populer di linkungan Linux. Dialek bahasa dan cara penggunaan sama dengan VB 6, dengan menerapkan konsep Rapid Application Development dan berbasis komponen, Gambas sangat mudah digunakan untuk mengembangkan aplikasi GUI Desktop. Perbedaan mencolok pada Gambas dibandingkan VB 6 adalah pada komponen defaultnya. Gambas terdapat beberapa komponen yang tidak tersedia pada VB6, merkipun demikian baik keduanya merupakan berbasis Komponen. Pada Gambas, import yang digunakan telah tersedia mulai dariย ย Import gb.cairo , gb.db, gb.crypt, gb.net, gb.qt4 dan lain lain.


Setelah jendela Gambas telah terbuka, maka selanjutnya kita bisa mencoba membuat New Project .
Pada new project, untuk proyek aplikasi GUI adalah type Graphical application.

Pilih lokasi folder untuk menyimpan proyek Gambas yang akan dibuat.

Pada jendela editor, bagian sebelah kiri terdapat hirarki file source code. Pada folder source kita bisa menambahkan form baru. Untuk menjadikan form yang kita buat sebagai startup form (yang muncul pertama kali ketika aplikasi dieksekusi) adalah dengan klik kanan form tersebut dan “Set Startup Class”
Gambar berikut adalah contoh form sederhana yang menampilkan tanggal.

Setelah dilakukan compile ke dalam file dengan ekstensi gambas, file tersebut bisa dijalankan langsung dari explorer. Buka file explorer nemo dari bash
- export DISPLAY=localhost:0.0
- nemo



