Wireless sensor network merupakan sekumpulan sensor otomatis yang letaknya terdistribusi di berbagai tempat, dimana setiap titik sensor di dalam jaringan sensor dilengkapi dengan radio transceiver atau semacam alat komunikasi wireless. Sensor tersebut bekerja bersama-sama dan biasanya digunakan untuk memonitor kondisi lingkungan fisik, antara lain: suhu, gerakan, suara, getaran, perubahan warna, dan lain-lain. Setiap titik/node sensor biasanya dilengkapi juga dengan mikrokontroler dan sumber energi (biasanya battery atau mungkin solar cell). Sebuah Wireless sensor network biasanya merupakan jaringan wireless ad-hoc, yang berarti bahwa setiap sensor mendukung algoritma routing multi-hop dimana node-node juga berfungsi sebagai forwarder yang me-relay paket data ke stasiun pusat. Penggunaan arsitektur ad-hoc dalam wireless sensor network dikarenakan arsitektur ini yang paling tepat dan paling murah untuk diterapkan dalam wireless, mengurangi biaya key factor pada banyak jaringan, seperti instalasi, maintenance dan ongoing operational needs. Karakteristiknya antara lain : self transformation function, self repair feature, dan multi hop function

Gambar arsitektur sederhana Wireless Sensor Network

Dari segi ukuran, node di dalam sensor network memiliki ukuran fisik bervariasi. Harganya juga bervariasi bergantung pada ukuran sensor network serta kompleksitas dari sensor. Wireless sensor network memiliki karakteristik yang unik, antara lain:

  • – Daya / power yang dapat disimpan atau dipanen sangat terbatas, oleh karena itu sangat penting untuk menggunakan device yang hemat energi.
  • – Kemampuan menahan kondisi lingkungan yang keras. Device yang digunakan kemungkinan diletakkan di daerah yang mungkin saja bersuhu ekstrim atau di daerah daerah berbahaya, sehingga kemampuan ini sangat penting menjaga sensor tetap bisa digunakan meskipun kondisi lingkungan sangat ekstrim.
  • – Mobilitas dari node dan topologi jaringan yang dinamis. Device yang digunakan bisa saja lokasinya berpindah โ€“ pindah, misalkan sensor yang diletakkan pada armada truck pengiriman barang yang mana digunakan untuk men-tracking posisi dari armada pengiriman tersebut.
  • – Adanya kemungkinan kegagalan komunikasi ataupun kesalahan operasi
  • – Heterogenitas dari node, baik dari segi hardware (ukuran sensor, device yang digunakan, dan lain-lain) maupun software. Selain itu kemampuan yang dimiliki oleh device pun juga bisa beraneka ragam.
  • – Jumlah node dalam wireless sensor network bisa diperbanyak, yang membatasi jumlahnya adalah bandwidth dari gateway.

Wireless sensor network bisa diterapkan diberbagai bidang, umumnya digunakan untuk melakukan aktivitas monitoring dan tracking. Dalam bidang antisipasi dan pencegahan bencana, sensor dapat digunakan untuk mendeteksi kemungkinan bencana. Sensor diletakkan di berbagai daerah, ketika kemungkinan adanya bencana terdeteksi maka sensor akan mengirimkan data ke stasiun pusat. Selanjutnya di stasiun pusat terjadi pengolahan data, memberikan early warning system akan adanya bencana kepada para penduduk. Pemberitahuan dapat melalui berbagai media, melalui internet, ataupun sms. Selain itu, informasi dari sensor sensor dalam wireless sensor network digabungkan dengan Geographic Information System dimungkinkan untuk mengetahui dimana titik aman yang terlindung dari bencana. Para penduduk selanjutnya bisa mengambil informasi tersebut dan mengeceknya pada GPS untuk melihat peta lokasi dari daerah yang aman bencana. Pada bidang pertanian, wireless sensor network dapat diterapkan untuk memonitor tanaman atau areal pertanian, misalkan saja tanaman teh. Tanaman teh dimana daun siap dipetik dengan daun belum siap dipetik memiliki warna yang berbeda. Sensor dapat memonitor citra daun teh, mengirimkannya ke stasiun pusat melalui wireless, kemudian dengan teknik image processing dapat diketahui daerah mana dari areal perkebunan yang sudah siap untuk dipetik.

Gambar Contoh device yang digunakan sebagai sensor dalam Wireless Sensor Network

Dari desain yang ada, yang jelas, sensor dalam Wireless sensor network bisa digunakan untuk mendapatkan data secara real time. Dan dengan adanya wireless, memberikan keuntungan sehingga alat bisa diletakkan dimana saja dan dapat dipantau meskipun dari jarak jauh.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *